Wilayah Desa
Informasi geografis dan peta wilayah Desa Teluk Majelis
Peta Wilayah Desa
Desa Teluk Majelis terletak di wilayah pesisir timur Pulau Sumatera, tepatnya di Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Desa ini memiliki posisi strategis yang diapit oleh sungai dan laut, menjadikannya salah satu desa dengan potensi perikanan dan pertanian yang melimpah.
Peta di atas menunjukkan batas-batas wilayah Desa Teluk Majelis beserta pembagian dusun dan RT. Dengan luas wilayah sekitar 1.250 hektar, desa ini terdiri dari 3 dusun dan 12 RT yang tersebar di berbagai kawasan.
Lokasi di Google Maps
Koordinat Wilayah
1° 30' LS - 104° 10' BT
Informasi Geografis
Luas Wilayah
± 1.250 Hektar
Topografi
Dataran rendah pesisir dengan ketinggian 0-10 mdpl
Iklim
Tropis basah dengan curah hujan 2.000-3.000 mm/tahun
Suhu Rata-rata
26°C - 32°C sepanjang tahun
Sumber Air
Sungai, rawa, dan air tanah
Penggunaan Lahan
Pertanian, perkebunan, pemukiman, dan hutan rawa
Batas Wilayah
Desa Teluk Majelis memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara
Desa Sungai Duren
Sebelah Selatan
Laut Jawa / Selat Berhala
Sebelah Timur
Desa Kuala Jambi
Sebelah Barat
Desa Sungai Rambut
Pembagian Wilayah
Secara administratif, Desa Teluk Majelis terbagi menjadi beberapa dusun dan Rukun Tetangga (RT) untuk memudahkan pengelolaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Berikut adalah pembagian wilayah desa:
Dusun I
Terdiri dari 4 RT dengan mayoritas pemukiman dan lahan pertanian
Dusun II
Terdiri dari 4 RT dengan kawasan perkebunan dan pemukiman
Dusun III
Terdiri dari 4 RT dengan kawasan pesisir dan perikanan
Total
3 Dusun, 12 RT, 678 Kepala Keluarga
Aksesibilitas
Desa Teluk Majelis dapat diakses melalui jalur darat dan jalur sungai. Dari ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Muara Sabak), desa ini berjarak sekitar ± 45 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 - 2 jam menggunakan kendaraan bermotor. Selain itu, desa juga dapat diakses melalui jalur sungai menggunakan transportasi air dari Kuala Jambi.
Kondisi jalan desa sebagian besar sudah beraspal, namun beberapa ruas jalan menuju dusun-dusun tertentu masih berupa jalan tanah yang memerlukan perhatian khusus, terutama pada musim hujan. Pemerintah desa terus berupaya meningkatkan infrastruktur jalan untuk memperlancar akses transportasi masyarakat.